Satria dan Ari, dua mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni angkatan 2001, yang sedang berada dalam ruangan tersebut selamat, meski menderita luka ringan karena mereka segera dapat melarikan diri.
"Saat itu saya sedang sholat, sementara Ari menonton TV, tiba-tiba ada orang tak dikenal menyerang dari luar. Saya langsung mematikan lampu dan berlari naik ke lantai dua," kata Satria kepada anggota Resmob Polresta Makasar Timur, Minggu (5/11).
Satria dan Ari mengalami luka ringan karena terkena pecahan kaca. Keduanya mengaku tidak bisa mengenal para penyerang, namun dari ciri-ciri fisik mereka diduga adalah mahasiswa UNM dari fakultas lain.
Menurut Ari, dalam beberapa hari terakhir memang terlihat segelintir anak-anak Fakultas Teknik sering berbuat onar di kampus, meminta uang kepada siapa saja yang mereka temui bahkan menahan kendaraan korban dan memukulinya bila permintaan mereka tidak dipenuhi.
Salah seorang Satpam UNM yang saat itu sedang bertugas sempat berpapasan dengan sekitar 20 mahasiwa dari Fakultas Teknik yang membawa senjata tajam, namun hanya empat orang yang keluar dan melakukan penyerangan sementara yang lainnya berjaga-jaga di luar gedung.
"Saya menegur mereka namun salah satu diantara mereka mengancam saya dan meminta untuk tidak ikut campur dalam kasus ini. Setelah itu saya langsung meninggalkan mereka dan memonitor dari jauh," kata Satpam yang menolak disebut identitasnya itu.
Setelah mendapat laporan dari pihak UNM, puluhan aparat kepolisian dari Resmob Polresta Makassar Timur dibantu oleh patroli motor (patmor) dan Polsekta Tamalate langsung melakukan penyisiran di sekitar TKP.
Seorang pemuda yang bernama Bakri, warga Jln. Manuruki II berhasil diamankan bersama barang bukti berupa delapan biji proyektil paporo serta pecahan kaca yang berasal dari daun pintu dan jendela ruangan yang diserang itu.
Bakri yang diketahui mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni UNM itu membantah terlibat dalam aksi penyerangan tersebut. Saat ditemukan petugas, ia mengaku hendak mengambil sepeda motornya di dalam kampus yang dipinjam mahasiswa Fakultas Teknik.
Aksi penyerangan puluhan mahasiswa UNM terhadap gedung rektorat seperti ini pernah terjadi beberapa bulan lalu yang menyebabkan belasan mahasiswa kini menjalani persidangan di PN Makassar dan menghadapi ancaman pemecatan dari universitas.
Aksi penyerangan pemuda kepada warga di Makassar juga terjadi di dua tempat sepanjang malam Minggu, yakni di Jln. Banta-bantaeng, Makassar, dan Jl. Sungai Saddang yang menyebabkan beberapa orang mengalami luka-luka. (*/bun)







